Sabtu, 03 Maret 2018

Diet sebagai Terapi pada Pasien Diabetes Mellitus

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................... 1
BAB I  PENDAHULUAN                                                     
A.    Latar Belakang.................................................................... 2
B.     Tujuan.................................................................................. 3
BAB II  PEMBAHASAN
A.    Definisi Diabetes Mellitus................................................... 5
B.     Etiologi Diabetes Mellitus................................................... 5
C.     Klasifikasi  Diabetes Mellitus.............................................. 7
D.    Manifestasi Klinik Diabetes Mellitus.................................. 7
E.     Penatalaksanaan Diabetes Mellitus melalui Diet................. 8
BAB III  PENUTUP
A.    Kesimpulan........................................................................ 13
B.     Saran.................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA....................................................................... 14
LAMPIRAN




















BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
            Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik pada tubuh yang ditandai oleh hiperglikemia kronik dan gangguan metabolisme karbohidrat.
            Diabetes mellitus merupakan penyakit yang menjadi masalah pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu diabetes mellitus tercantum dalam urutan keempat prioritas penelitian nasional untuk penyakit degeneratif setelah penyakit kardiovaskuler, serebrovaskuler, rheumatik, dan katarak.   
Di seluruh dunia diperkirakan 170 juta orang menyandang diabetes pada tahun 2000, dan angka ini akan meningkat hingga sekitar 366 juta orang pada tahun 2030. Negara-negara yang memiliki angka penyandang diabetes paling tinggi antara lain India, China, AS, Indonesia, dan Jepang. Di Inggris sekitar 2,5 juta orang ( 4% penduduk) didiagnosis menyandang diabetes dan sebagian besar jumlah tersebut (85-95%) menyandang diabetes tipe II. Sekitar 500.000 orang lain diperkirakan menderita diabetes tipe II tetapi belum terdiagnosis.
Prevalensi diabetes meningkat seiring dengan pertambahan usia dan status sosio ekonomi yang rendah. Prevalensi ini juga bervariasi menurut etnik, yaitu sekitar 6 kali lebih tinggi di komunitas Bangladesh dan Pakistan  dan sekitar 4 kali lebih tinggi pada populasi perempuan kulit hitam Karibia dibandingkan dengan populasi kulit putih.
Penyakit diabetes bukan hanya milik orang dewasa. Pada tahun 2011 International Diabetes Federation memperkirakan 366 juta penduduk dunia menyandang diabetes. Dari jumlah tersebut, setiap tahun ada 78.000 kasus diabetes tipe I yang terjadi pada anak-anak.
Kasus tersebut tidak hanya terjadi pada anak orang-orang di luar negeri. Di Indonesia, menurut pendataan yang dilakukan tim dokter anak yang mendalami endikronologi mencatat jumlah anak yang menderita diabetes pada tahun 2009, sebanyak 156 orang. Angka itu meningkat menjadi 816 pada tahun 2012. Artinya dalam waktu 3 tahun jumlah anak menderita diabetes meningkat 5 kali lipat.
Keseluruhan insidens diabetes dapat dikurangi dengan mencegah dan menurunkan angka berat badan yang berlebihan dan obesitas, khususnya obesitas sentral (abdominal). Orang yang beresiko diabetes mellitus dapat mengurangi insidens diabetes dengan pola makan seimbang, menurunkan berat badan, dan meningkatkan tingkat aktivitas fisik mereka.
Diet adalah kegiatan seseorang untuk mengatur pola dan konsumsi makanan serta minuman yang tidak diperbolehkan, dibatasi jumlahnya, dirancang lebih baik, atau diperbolehkan dengan jumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang diderita, kesehatan seseorang, atau penurunan berat badan .
Diet pada penyakit diabetes mellitus bertujuan untuk memertahankan kadar glukosa darah supaya mendekati kadar gula darah normal,menghindari komplikasi akut pada pasien yang menggunakan injeksi insulin,dan meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi optimal.
Meskipun ada beberapa makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi penyakit diabetes mellitus, tetapi nutrisi utama dalam tubuh harus tetap terpenuhi. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan dalam diet diabetes mellitus. Beberapa peraturan atau prinsip-prinsip harus dilaksanakan agar tercapai keberhasilan dalam pelaksanaan diet bagi penderita diabetes mellitus.

B.       Tujuan
Tujuan Umum :
Untuk mengetahui diet gizi yang dibutuhkan oleh pasien diabetes mellitus.
Tujuan khusus :
1.    Untuk mengetahui definisi penyakit diabetes mellitus.
2.    Untuk mengetahui klasifikasi penyakit diabetes mellitus.
3.    Untuk mengetahui etiologi penyakit diabetes mellitus.
4.    Untuk mengetahui manifestasi klinik penyakit diabetes mellitus.
5.    Untuk mengetahui penatalaksanaan diet sebagai terapi pada penyakit diabetes mellitus.


























BAB II
PEMBAHASAN

A.           Definisi Diabetes Mellitus
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia. Diabetes mellitus berasal dari bahasa Yunani, Diabetes yang berarti pancuran dan Mellitus yang berarti madu atau gula. 
Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme pada tubuh yang ditandai dengan hiperglikemia. Gangguan metabolisme ini menyebabkan abnormalitas pada metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Hal ini dapat terjadi karena penurunan sensitivitas insulin yang dapat menyebabkan komplikasi kronis pada mikrovaskular, makrovaskular, dan neuropati.
Menurut Sudoro Ayu, dkk (2009) dalam Nurarif (2015), hasil pemeriksaan glukosa darah 2 jam pasca pembedahan dibagi menjadi 3, yaitu :
1.      < 140 mg/dL, glukosa darah normal
2.      140-< 200 mg/dL, toleransi glukosa darah terganggu
3.      > 200 mg/dL, diabetes mellitus
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan diabetes mellitus merupakan penyakit tertua pada manusia yang ditandai dengan kelainan metabolisme karbohidrat dalam tubuh yang disebabkan oleh kurangnya hormon insulin dalam mengolah karbohidrat, sehingga karbohidrat tidak dapat digunakan oleh sel tubuh untuk diubah menjadi tenaga. Akibatnya karbohidrat yang ada di dalam tubuh dalam bentuk glukosa akan tertumpuk di dalam darah sehingga terjadi peningkatan glukosa dalam darah. Pasien yang menderita diabetes mellitus memiliki kadar gula darah yang tidak normal yaitu lebih dari 200 mg/dL.

B.     Etiologi  Diabetes Mellitus
Etiologi diabetes mellitus menurut Nurarif (2015) adalah sebagai berikut :
a.         DM Tipe I
Diabetes mellitus tipe I adalah diabetes yang bergantung pada insulin yang disebabkan oleh destruksi sel beta pulau Langerhans akibat proses autoimun. Beberapa faktor penyebab diabetes mellitus tipe I adalah :
1.    Faktor genetik
Penderita tidak mewarisi diabetes tipe I, tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik kearah terjadinya diabetes tipe I.
2.    Faktor imunologi ( autoimun )
Pada penderita diabetes tipe I terdapat bukti adanya suatu respon autoimun. Respon autoimun merupakan respon abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing 
3.    Faktor lingkungan
Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses autoimun yang menimbulkan dekstruksi sel beta.

b.         DM Tipe II
Diabetes mellitus tipe II adalah diabetes yang tidak bergantung pada insulin. Diabetes mellitus tipe II disebabkan oleh kegagalan relative sel beta dan resistensi insulin. Faktor resiko yang berhubungan dengan proses terjadinya diabetes tipe II adalah usia, obesitas, dan riwayat keluarga. Sekitar 15-25% kerabat tingkat pertama dengan diabetes tipe II mengalami gangguan toleransi glukosa atau diabetes. Akan tetapi, faktor pendukung utama adalah obesitas. Obesitas dapat menurunkan jumlah reseptor insulin dari sel target diseluruh tubuh. Akibatnya insulin yang tersedia menjadi kurang efektif dalam meningkatkan efek metabolik.

c.         Diabetes Gestasional
Diabetes Gestasional merupakan bentuk intoleransi karbohidrat tanpa gejala yang menyebabkan hiperglikemia pada kehamilan. Pada sebagian besar kasus, diabetes ini sembuh sendiri setelah persalinan, tetapi keberadaannya dikaitkan dengan hasil akhir kehamilan yang buruk, termasuk bayi besar untuk usia kehamilan, kelainan kongenital, dan resiko jangka panjang diabetes tipe II pada ibu.

C.    Klasifikasi Diabetes Mellitus
Menurut Nurarif (2015) diabetes mellitus yang ditemukan dibagi menjadi 3 :
1.         Tipe I : IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus)
Diabetes mellitus tipe I adalah diabetes yang bergantung insulin. Diabetes ini disebabkan oleh kekurangan produksi insulin akibat sel beta yang rusak di dalam proses autoimun. Diabetes tipe I terjadi pada segala usia, tetapi biasanya dialami oleh anak-anak atau orang dewasa berusia <40 tahun.
2.         Tipe II : NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus)
Diabetes mellitus tipe II adalah diabetes yang tidak bergantung pada insulin. Diabetes ini disebabkan oleh kurangnya fungsi insulin akibat resistensi insulin. Diabetes tipe II sangat berkaitan dengan berat badan berlebih dan obesitas.
3.         Diabetes Gestasional
     Keadaan hiperglikemia yang terdiagnosis selama masa kehamilan dan belum pernah terdiagnosis sebelumnya.

D.    Manifestasi Klinis Diabetes Mellitus
Menurut Price & Wilson dalam Nurarif (2015) manifestasi klinis diabetes mellitus adalah :
a.    Kadar glukosa puasa tidak normal.
b.    Hiperglikemia berat yang mengakibatkan glukosuria yang akan menjadi dieresis osmotik sehingga terjadi peningkatan pengeluaran urin (poliuria) dan timbul rasa haus (polidipsia).
c.    Rasa lapar yang semakin besar (polifagia) disertai dengan berat badan berkurang.
d.   Lelah dan mengantuk.
e.    Gejala lainnya yang dikeluhkan adalah kesemutan, gatal, mata kabur, impotensi, peruritas vulva.

E.     Penatalaksanaan Diabetes Mellitus melalui Diet
Prinsip penatalaksanaan diet diabetes mellitus menurut Gandy (2012), antara lain :
a.       Prinsip penatalaksanaan diet
            Pasien diabetes tidak perlu menjalani “diet khusus” atau mematuhi pembatasan dan pengaturan porsi makanan secara ketat, yang dianggap menjadi kunci diet di tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, perilaku makan yang baik sangat penting untuk mengendalikan diabetes dan turut berperan meningkatkan rasa sejahtera dan kondisi kesehatan jangka panjang. Pilihan makanan sehat yang optimal bagi pasien diabetes sama saja dengan masyarakat umum dan idealnya harus rendah lemak, gula dan garam, termasuk buah dan sayur serta berbahan makanan pokok yang mengandung pati, seperti roti, kentang dan beras.
     Pasien diabetes yang baru didiagnosis menderita diabetes harus mendapat saran diet, pasien diabetes tipe 1 harus dirujuk ke dietitian untuk mendapatkan saran khusus, sementara pasien diabetes tipe 2 harus dirujuk untuk mendapatkan program edukasi terstruktur atau ditangani oleh dietitian.


b.      Tujuan Diet Diabetes
Menurut Helmawati (2014) tujuan pelaksanaan diet sebagai terapi pada diabetes mellitus adalah sebagai berikut :
1)   memperbaiki kesehatan umum penderita,
2)    mendapatkan berat badan normal,
3)   mencapai dan mempertahankan glukosa darah menjadi normal atau setidaknya mendekati normal,
4)    menekan atau menunda timbulnya penyakit angiopati diabetic,
5)   memberikan modifikasi diet sesuai dengan keadaan penderita (misalnya penderita yang hamil,dll),
6)    menarik dan mudah diterima penderita.

c.       Diet Diabetes
Menurut Tjokoprawiro (2001), dalam melaksanakan diet diabetes mellitus sehari-hari, ada tiga pedoman yang biasa disebut dengan 3J yang artinya sebagai berikut.
1)   Jumlah kalori
Jumlah makan (jumlah kalori) yang dianjurkan bagi penderita diabetes adalah makan lebih sering dengan porsi kecil. Penderita diabetes tidak dianjurkan makan dalam porsi banyak atau sekaligus. Tujuan dilakukan cara makan seperti ini supaya jumlah kalori terus merata sepanjang hari, sehingga beban kerja organ-organ tubuh tidak berat, terutama organ pankreas.
            Penentuan jumlah kalori diet diabetes disesuaikan dengan status gizi penderita. Penentuan gizi penderita dilaksanakan dengan menghitung percentage of relative body weight ( BBR = Berat Badan Relatif ) dengan rumus :
BBR =                BB                X         100 % ( BB = kg ; TB = cm )
                 TB-100

1)   Kurus ( underweight )        :           BBR < 90%
2)   Normal ( ideal )                   :           BBR 90%-110%
3)   Gemuk ( overweight )         :           BBR > 110%
4)   Obesitas                              :           Obesitas ringan 120%-130%
                                                                  Obesitas sedang 130%-140%
                                                                  Obesitas berat    140%-200%
                                                                  Obesitas morbid > 200%
       Dalam praktek, sebagai pedoman jumlah kalori yang diperlukan sehari untuk penderita DM yang bekerja biasa adalah :
1.    Kurus                        :           BB X 40-60 kalori sehari
2.    Normal          :           BB X 30 kalori sehari
3.    Gemuk          :           BB X 20 kalori sehari
4.    Obesitas        :           BB X 10-15 kalori sehari

       Dasar penentuan jumlah kalori penderita DM yang hamil atau menyusui bayinya, secara empiris dapat digunakan rumus sebagai berikut.
Jumlah kalori wanita DM yang hamil atau menyusui :
                     (TB – 100) X 30 + ekstra kalori/hari
                     TB                       =        tinggi badan dalam cm.
                     ekstra kalori         =        tambahan kalori dalam keadaan kerja biasa.
                        untuk T1 ( Trisemester I )                :   100 kalori
                        untuk T2 ( Trisemester II )              :   200 kalori
                        untuk T3 ( Trisemester III )             :   300 kalori
                        untuk L   ( Laktasi )                         :   400 kalori

2)   Jadwal diet
Yang perlu diperhatikan dalam mengatur jadwal diet adalah jadwal makan yang tepat waktu. Apabila telat dalam memberikan asupan nutrisi dapat menimbulkan kondisi hipoglikemia bagi penderita diabetes. Pada dasarnya diet diabetes diberikan 3 kali makanan-utama dan 3 kali makanan-antara (snacks) dalam jarak waktu antara 3 jam.
Contoh :  
a.       pukul 06.30 makan pagi
b.      pukul 09.30 snacks / buah
c.       pukul 12.30 makan siang
d.      pukul 15.30 snacks / buah
e.       pukul 18.30 makan malam
f.       pukul 21.30 snacks / buah

3)   Jenis makanan
a)    Karbohidrat
                 Kebutuhan karbohidrat adalah sisa kebutuhan energi total yaitu 60-70%. Karbohidrat yang baik bagi pasien diabetes mellitus adalah jenis karbohidrat kompleks. Proses metabolisme karbohidrat kompleks lebih lama bila dibandingkan dengan metabolime karbohidrat sehingga tidak mudah menaikkan kadar gula darah.
Sumber makanan karbohidrat kompleks adalah roti gandum, oatmeal, dan nasi beras merah. Roti yang baik untuk penderita diabetes adalah roti yang terbuat dari gandum utuh, seperti mengkonsumsi oatmeal, roti tawar dan olahan gandum lainnya.
Untuk roti yang terbuat dari pohon sagu juga sangat baik untuk penderita diabetes, karena kadar gula dalam tepung sagu sangat rendah, jadi memilih roti yang terbuat dari tepung sagu sangat baik untuk penderita diabetes.



b)   Protein
         Kebutuhan protein normal, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total. Protein yang baik bagi pasien diabetes mellitus adalah jenis protein nabati. Sumber protein nabati yang baik dan dianjurkan untuk dikonsumsi adalah kacang-kacangan, diantaranya adalah kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, dan kacang polong.
                 Pasien diabetes mellitus dilarang mengonsumsi makanan-makanan dari sumber protein hewani olahan karena kandungan kalori yang tinggi, tinggi asam lemak trans, tinggi karbohidrat, tinggi gula, dan tinggi garam. Contohnya adalah ikan asin, ikan kaleng, telur asin, bako, kornet, dan sosis.
c)    Lemak
     Kebutuhan lemak sedang, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total. Lemak yang baik bagi pasien diabetes mellitus adalah jenis lemak tidak jenuh. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal secara rutin dapat membantu proses penurunan berat badan.
Beberapa sumber makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal adalah minyak ikan, buah avokad, dan beberapa jenis kacang-kacangan.
d)   Serat
       Asupan serat yang dianjurkan adalah 25 gram/hari. Serat merupakan salah satu jenis dari karbohidrat kompleks karena tidak dihancurkan dalam sistem pencernaan dan tidak menambah jumlah kalori. Serat yang dianjurkan bagi penderita diabetes mellitus adalah serat yang mudah larut didalam air seperti sayuran dan buah-buahan.



BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan

Diabetes mellitus adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) karena resistensi insulin. Genetik, autoimun, usia, dan obesitas merupakan faktor-faktor utama penyebab penyakit diabetes mellitus. Bahkan dalam kondisi hamil pun seseorang juga bisa terkena diabetes. Rasa lelah dan mengantuk, peningkatan jumlah urin, selalu merasa haus dan lapar akan tetapi berat badan cenderung berkurang merupakan gejala penyakit diabetes mellitus.
Diet merupakan salah satu cara yang digunakan sebagai terapi pada penyakit diabetes mellitus. Mengatur jadwal makan, memilih bahan makanan yang cocok bagi pasien diabetes mellitus, dan tetap memonitor jumlah kalori yang ditetapkan bagi pasien diabetes mellitus merupakan dasar pedoman dalam pelaksaan diet sebagai terapi pada pasien diabetes mellitus.

B.     Saran

Bagi penderita diabetes mellitus atau kencing manis sebaiknya memiliki kekonsistenan dalam menjalankan diet sebagai terapi. Menjaga jumlah kalori yang diperlukan secukupnya, mengatur jadwal makan, dan pemilihan jenis makanan yang ideal bagi penderita diabetes mellitus haruslah dilaksanakan secara disiplin agar pasien dapat mencapai kesembuhan yang diinginkan.  
Bagi perawat sebaiknya menjaga kebutuhan gizi pasien dan memperhatikan makanan apa saja yang menjadi pantangan bagi pasien diabetes mellitus.



LAMPIRAN

DAFTAR MAKANAN PENGGANTI
GOLONGAN I :  Nasi dan Pengantinya
100 gram nasi mengandung 175 kalori, yang terjadi dari protein 4 gram dan karbohidrat 40 gram. Daftar dibawah ini menunjukan jumlah bahan makanan yang dapat digunakan untuk penganti nasi.
100 gram =      400 gram bubur beras nasi        = 1 ½ gelas1
200 gram nasi tim                    = 1 gelas
100 gram nasi jagung              = 4 gelas
200 gram kentang                    = 4 biji sedang
100 gram singkong                  = 1 potong sedang
200 gram tales                         =  ½ potong sedang
150 gram ubi                           = 1 biji sedang
80 gram roti putih                    = 4 iris
40 gram maizena                     = 7 sdm
50 gram mie kering                  = 1 gls direbus
100 gram mie basah                 = 1 gelas
50 gram bihun                         =  ½ gelas
50 gram kraker                        = 5 buah besar
50 gram tepung beras              = 8 sdm
40 gram tepung hungkwe        = 7 sdm
40 gram tepung singkong        = 8 sdm
50 gram tepung terigu             = 12 sdm
50 gram havermout                 = 7 sdm

GOLONGAN II : Daging dan Penggantinya
50 gram daging mengandung 95 kalori, yang terdiri dari protein 10 gram dan lemak 6 gram. Daftar di bawah ini menunjukkan jumlah bahan makanan yang dapat digunakan untuk pengganti daging.
50 gram daging sapi    =  25 gram daging babi kurus             = 1 ptg sdg
                                        50 gram daging ayam                      = 1 ptg sdg
                                        50 gram hati sapi                             = 1 ptg sdg
                                        60 gram babat                                 = 2 ptg sdg
                                        75 gram usus sapi                            = 7 bulatan
                                        75 gram telur ayam biasa                = 2 butir
                                        60 gram telur ayam bebek               = 1 butir
                                        50 gram ikan segar                          = 1 ptg sdg
                                        25 gram ikan asin                            = 1 ptg sdg
                                        25 gram ikan teri                             = 2 sdm
                                        50 gram udang basah                      = ¼ gls
                                        30 gram keju                                   = 1 ptg sdg
                                        60 gram telur ayam negeri               = 1 butir
                                      100 gram bakso daging                     = 10 biji besar




GOLONGAN III : Tempe dan Penggantinya
50 gram tempe mengandung 80 kalori, yang terdiri dari protein 6 gram, lemak 3 gram, dan karbohidrat 8 gram. Daftar di bawah ini menunjukkan jumlah bahan makanan yang dapat digunakan untuk mengganti 50 gram tempe.
50 gram tempe                        = 100 gram tahu                                  = 1 biji
                                         50 gram oncom                              = 2 ptg sdg
                                         25 gram kacang hijau                     = ½ gls direbus
                                         25 gram kedelai                              = 2 ½ sdm
                                         25 gram kacang merah                   = 2 ½ sdm
                                         20 gram kacang tanah                    = 2 sdm
                                         25 gram kacang tolo                       = 2 ½ sdm
                                         20 gram keju kacang tanah            = 2 sdm


Golongan IV : Sayuran Dan Penggantinya
Sayuran Golongan A :
100 gram sayuran golongan A mengandung 50 kalori, yang terdiri dari protein 3 gram dan hidrat arang 10 gram.
Contoh Sayuran Golongan A :
Bayam                                     Daun singkong
Buncis                                     Jagung muda
Daun melinjo                           Kacang kopi
Daun papaya                           Kacang panjang
Labu siyem                              Nangka muda
Daun luntas                             Pare
Daun ubi jalar                          Wortel
Daun lompong
Sayuran Golongan B
Mengandung sedikit kalori, protein, dan hidrat arang sayuran ini dapet digunakan agak bebas tanpa diperhiyingkan, asal dalam jumlah yang wajar.

Sayuran Golongan B :
Daun koro                               Selada
Kembang Kool                        Gambas
Ketimun                                  Lobak
Taoge                                      Cabai hijau besar
Jamur Segar                             Kecipir
Gobis                                       Mbayung
Seledri                                     Labu Air
Kangkung                               Terong
Papaya Muda                          Tomat
Daun Labu Siam                     Sawi

GOLONGAN V: Buah dan Penggantinya
50 gram pisang mengandung 40 kalori, yang terdiri dari karbohidrat 10 gram. Daftar di bawah ini menunjukan jumlah bahan makanan yang dapet di gunakan sebagai pengganti buah. Sebaiknya tidak menggunakan buah golongan A.
Golongan A:     50      gram mangga                                      =          ½        buah
                          50      gram nangka masak                             =          3         biji
                          75      gram rambutan                                    =          8         biji
                          50      gram sawo                                           =          1         buah
                          50      gram sirsak                                          =          1/2          gelas
                          75      gram nanas                                          =          1/6          buah                              75      gram anggur                                     =          10       buah
                          75      gram duku                                           =          15       buah
                          50      gram durian                                         =          3         biji
                        100      gram jeruk manis                                 =          2         buah
Golongan B:   100      gram jambu air                                    =          2          buah                            75        gram jambu bol                               =          3/4           buah                            100      gram kedondong                                 =          1             buah                            100      gram pepaya                                        =          1          potong
                        75        gram salak                                           =          1          potong                         150      gram semangka                                =          1          potong                         75        gram apel                                             =             1/2           buah                              50      gram alpokat                                       =          1/2           buah
                        125      gram belimbing                                   =          1          buah                            75       gram bengkoang                               =          1          buah
                          50      gram pisang                                         =          1          buah
Jangan makan pisang raja, pisang emas, dan pisang tanduk

GOLONGAN VI: Susu dan Penggantinya
200 gram susu mengandung 110 kalori, yang terdiri dari protein 7 gram, lemak 7 gram, dan  7 gram.
            Daftar di bawah menunjukkan jumlah bahan makanan yang dapat digunakan untuk mengganti 200 gram susu.
200 gram susu sapi =  100       gram susu kental tak bergula  =          1          gelas
                                    200      gram susu ayam (yoghur)       =          1          gelas
                                    25        gram tepung susu penuh        =          4          sdm
                                    20        gram tepung susu skim           =          4          sdm
                                    25        gram tepung susu saridele      =          4          sdm


Golongan VII Minyak dan Penggantinya
5 gram minyak mengandung 45 kalori, yang terdiri dari lemak 5 gram
Daftar dibawah menunjukkan jumlah bahan makanan yang dapat digunakan untuk mengganti 5 gram minyak
5 gram minyak goreng = 5 gram margarine    =
                                        5 gram mentega      =   
                                        30 gram kelapa        = 1 potong kecil
                                        30 gram kelapa parut   = 5 sdm
                                        50 gram kelapa santan =  gelas
5 gram lemak sapi       = 1 potong kecil
5 gram lemak babi    = 1 potong kecil

DIET B BULAN PUASA

Kalori              : 1100
Protein             : 36.49   gram
Lemak             : 22.81   gram
Hidrat arang    : 179.35 gram
Kolestrol         : 93.25 mgram

 






Buka Puasa Pukul 18.00                                             Pukul 20.00
Nasi                 :  60    gram                                         Nasi                 :  70   gram
Daging                        :  25    gram                                         Daging            :  -     gram
Tempe             :   -     gram                                          Tempe             :  25   gram
Sayuran A       :   100 gram                                         Sayuran A       :  100 gram
Sayuran B       :  25    gram                                         Sayuran B       :  50   gram
Minyak            :   5     gram                                         Minyak            :  5     gram
Pisang              :   100 gram


Snack pukul 22.00                                                      Saur pukul 03.00
(Sebelum tidur malam)                                                Nasi                 :  70   gram
Pisang              :   100 gram                                         Daging                        :  -      gram
                                                                                    Tempe             :  25   gram
                                                                                    Sayuran A       :  100 gram
Snack pukul 03.30
Pisang              :   100 gram                                         Sayuran B       : 50 gram
                                                                                    Minyak            :  5 gram